Supaya pikiran ga aneh-aneh, lebih baik pikiran difokuskan menjaga aura tetap bersinar.
Jaga asupan makanan, kalo perlu puasa, supaya badan lebih sehat. Dan jangan lupa olahraga.
Trus rajin-rajinlah nonton video beauty vlogger biar makin cantik fisiknya. Mulai bikin capsule closet juga biar makin keren, lihat trend-trend fashion terkini. Kalo perlu ganti gaya rambut.
Dan yang terpenting banyak-banyak mendekatkan diri kepadaNya. Supaya hati tentrem dan damai.
Dengerin Lagu-Lagu Yang Positif
Pilih musik yang gembira, jauhi yang mellow dan malah bikin galau. Musik bisa bikin vibrasi naik, bikin perasaan jadi lebih happy dan bisa bikin semangat.
Apalagi kalo karaoke atau goyang dikit-dikit. Hal yang sederhana yang bikin pikiran jadi lebih rileks.
Cobalah Melihat Dari Sudut Pandang Lain
Ketika mendengar bisikan-bisikan di kepala atau terbayang hal-hal yang tidak mengenakkan, cobalah untuk menghentikan saat itu juga dengan bilang “Stop!”.
Lalu alihkan pikiran diawali dengan tarik napas dalam-dalam sambil berdzikir atau mengingat Tuhan. Bahwa mengingatNya bisa membuat kita ingat bahwa dunia ini sementara. Jadi nggak usah segitunya mikirin hal-hal yang ga akan dibawa mati.
Aku udah cukup lama ga buka blog ini dan baru menyadari terakhir nulis disini bulan April 2022.
Baiklah, biar lebih semangat dan rajin ngeblog aku akan mencari tips dari kartu tarot. Siapa tahu tips ini juga bisa memotivasi temen-temen yang juga lagi males bingits nulis blog.
Sebagai Sarana Untuk Berlatih Membaca Kartu
Intuisi perlu dilatih setiap hari. Cara paling praktis dan mudah (bagiku) salah satunya adalah membaca kartu.
Dengan membaca kartu, aku bisa membaca berbagai perspektif dan menyadari bahwa dunia diluar sono tuh luas. Banyak harapan terbentang luas disana.
Seperti gambar di kartu ini, ibarat putri duyung yang mainnya kurang jauh, di laut mulu.
Biar Eksis
Inget-inget tujuan awal bikin blog ini buat apaan. Ga banyak atau cukup jarang tarot reader yang punya blog. Kebanyakan mereka lebih suka bikin video.
Seperti kartu ini, aku dan blog ini, ibarat orang tua dengan anaknya, Perlu aku pelihara dan aku rawat dengan baik. Ilmu dari membaca tarot yang aku dapatkan, aku ikat dengan menulis di blog ini.
Sehingga semua bisa aku dokumentasikan dengan baik. Syukur-syukur seperti gambar 3 orang yang sedang memandang keluarga itu. Ibarat netizen yang mengamati, membaca dan semoga menginspirasi.
Inspirasi apaan? Eng, mbuh. Hahaha.
Sebagai Sarana Untuk Mendekatkan Diri Kepada Tuhan
Siapa yang bilang bahwa tarot ini sesat dan bisa menjauhkan diri dari Tuhan? Banyak. Dan aku akui banyak juga yang tersesat di dalamnya. Menganggap bahwa tarot adalah satu-satunya petunjuk kehidupan.
Ya kalo menurutku sih jagad raya ini luas banget, tarot mah cuma seupil dibandingkan pertanda-pertanda dari Tuhan diluar sana.
Ibarat makanan, tarot merupakan menu pembuka untuk mendapatkan pertunjuk, ide atau inspirasi. Yang akhirnya bisa membuatku rajin membaca dan mengamati petunjuk yang diberikan Tuhan melalui alam semesta yang luas ini.
Hai, seperti biasanya kalo lagi males masak, aku ngabisin waktu di aplikasi go food, bingung mau order apaan.
Nah, berhubung ada tarot baru yang khusus gambarnya makanan, marilah kita cari ide dari tarot deck, order apaan yang cocok untuk buka puasa.
Oke, ini hasilnya setelah aku mengocok kartu-kartu lucuku. Gemes kan ya ilustrasinya.
Ini naga-naganya karena berkaitan dengan buka puasa, jadi ide menunya berbau timur tengah.
Trus berkaitan dengan nasi gitu. Hmm, mungkin nasi biryani atau nasi mandhi gitu menarik ya.
Minumannya sesuatu yang klasik. Baiklah, menu minuman buka puasa klasik Indonesia tuh biasanya kolak pisang, es degan, es blewah, es buah. Waduh, ngiler deh.
Oke, waktunya order makanan. Selamat berbuka puasa ya.
Hai, berhubung hari ini rasanya blank banget, bingung mo ngapain, marilah kita cari secercah ide dari Art Oracle yang aku punya.
Ambil satu kartu aja dan ini dia hasilnya :
Wah, keren nih kartunya. Sungguh pop art sekali. Yaiyalah, Andy Warhol gitu lho.
LIFE : Eat dessert before dinner.
Heleh, tips apaan nih? Eh, tapi ini sih kelakuanku saat buka puasa. Makan es campur atau es buah dulu sebelum makan berat.
Kalian semua juga gitu kan kalo lagi acara buka puasa bareng? *nuduh*
WORK : Give your 15 minutes some time
Maksud lo?
INSPIRATION : Wanting can be better than having
Iya juga sih ya. Penantian kadang lebih bermakna ketimbang pas udah memiliki.
Contoh paling receh adalah kalo lagi pengen kartu tarot di market place, buset deh, dipantengin mulu tiap hari, sambil berdoa “jangan laku dulu plis, sebelum duitnya ngumpul.”
Padahal setelah sukses checkout, bayar dan barangnya datang. Dibuka, dipandang-pandangin sehari dua hari, abis gitu ya udeh. Ditaruh dirak, jadi pajangan.
Mempelajari tarot itu lebih mudah dan menyenangkan kalo pake cara membandingkan. Jadi aku merasa lebih jeli mengetahui bedanya satu kartu dengan yang lainnya.
Kali ini aku akan mereview 5 kartu The Tower untuk kita amati bersama-sama.
Ini kartu Rider Waite yang selalu menjadi acuan desain tarot masa kini.
Menggambarkan suasana malam hari dengan bangunan tinggi seperti menara gitu deh.
Tampaknya sedang turun hujan disertai awan tebal. Kemudian terlihat petir menyambar dibagian atas, yang mengakibatkan kebakaran di bagian puncak dan jendela.
Kubahnya pun lepas dari bangunan, entah kenapa bisa lepas gitu ya? Wkwk. Lalu di bagian depan tower terlihat 2 orang sedang terjun ke bawah menyelamatkan diri.
Dramatis ya? Mari kita bandingkan dengan kartu-kartu versi modern berikutnya.
Kurang lebih sama. Awannya jauh lebih tebal, gelap dan hampir memenuhi seluruh gambar. Petir yang menyambar dan mengakibatkan kebakaran pada kedua sisi bangunan.
Dua orang terjun kebawah. Yang menggunakan rok, tampaknya tewas tertusuk karang. Sementara si pria masih melayang dan belum nyampe bawah.
Versi tarot buatan Indonesia nih. Towernya dari bata ekspose dihiasi ornamen etnik, atapnya pun Indonesia banget ya.
Aku suka ilustrasi hujannya, terlihat deras dengan awan abu-abu gelap. Bagian atas disambar petir dan mengakibatkan kebakaran, tapi bangunan tampaknya kokoh dan ga ada tanda-tanda runtuh.
Dua orang terjun ke bawah, si Pria bertelanjang dada dan menggunakan celana pendek yang dililit kain. Sedangkan si wanita menggunakan baju ungu dengan selendang.
Nah, ini gambarnya heboh banget. Warnanya terlihat ceria dan ilustrasinya nampak cute. Tapi apa iya, kalo diamatin beneran cute? Mari kita hayati.
Petirnya ga cuma satu seperti gambar diatas. Tuh, lihat, banyak kan walopun kecil-kecil. Lalu ada api menyambar dibagian atas, tengah sampai pintu depan.
Masih belum cukup, di belakang tower ada 6 gunung berapi yang sedang meletus. Kurang dramatis apa coba? Lebay banget nih kartu. Di sisi kiri depan ada anjing yang terlihat api didekatnya. Lagi terjilat api? Well, mungkin aja.
Kalo kartu-kartu sebelumnya tower masih terlihat kokoh, yang ini udah terbelah jadi dua. Sungguh dramatis kan ya? Trus apa lagi ya? Hmm, oh di depan tower tersebut ternyata ada kuburan.
Bingung kan yang lihat, ini horor, komedi atau drama nih kartunya? Wkwk.
Ga heran, kalo kartu ini jadi salah satu kartu kesukaanku saking jayusnya.
Yang terakhir, ini gambar sebuah apartemen. Petirnya nyambar dan mengakibatkan kebakaran di beberapa sisi. Ga ada yang lompat seperti kartu-kartu yang lain. Bangunan pun tetep terlihat kokoh berdiri, cuma kaca jendelanya hampir semua retak karena getaran, mungkin.
Hujan pun tak ada, begitu juga awan. So, ga banyak yang bisa diceritakan dari kartu ini, karena minim drama, pemirsa.
***
Dari 5 kartu ini, kita bisa lihat konsep keseluruhan desain yang berbeda-beda dengan 1 tema. Menarik kan kartu tarot ituu?
So, hmm akhir-akhir ini aku rasanya gemes banget pengen bikin lukisan. Saking pengennya sampai beberapa hari ini gelisah banget tiap mo tidur terbayang-bayang aku sedang melukis.
Kalo kurenung-renungin, yang bikin aku galau ga jelas tuh karena pengen punya lukisan tapi situasi sedang bokek a.k.a belum tajir, pemirsa wkwkwk.
Awalnya tuh kan menata ulang perabotan di ruang keluarga. Trus karena dinding ruangan itu terasa hampa kaga ada hiasan dindingnya, jadi terbersit dalam hati untuk hunting lukisan atau art print gitu deh.
Browsing-browsing dan menemukan fakta bahwa yang kuinginkan ternyata harganya selangit. Alhamdulillah selera seniku ternyata mahal wkwk.
Ih, tapi aku emoh dong ngeluarin duit untuk lukisan yang harganya lumayan di kala pandemi. Ogah ah.
Lalu terbersit dalam hati, kenapa ga ngelukis sendiri aja? Toh, cat dan kuas udah punya, tinggal beli kanvas doang.
Oke sip.
Gimana sih caranya supaya aku bisa melukis?
Supaya lebih yakin dan semangat, marilah kita lihat 3 kartu tarot yang udah aku kocok. Gambarnya cakep-cakep. Yuk kita baca satu persatu.
Mulai sekarang juga
Jangan ditunda-tunda. Coba bayangin kalo aku udah mulai sekarang, hari ini juga. Apa yang bakal terjadi setahun kemudian?
Pasti aku udah menghasilkan banyak karya. Sekarang bulan Maret. Kalo tiap bulan aku menghasilkan sebuah karya, di bulan Maret 2023, lukisan yang bisa aku hasilkan ada 12 buah. Wow!
Kembangkan bakat sampai setinggi langit.
Jangan sia-siakan bakat yang aku miliki. Ini kan anugrah dari Tuhan, sayang banget kalo ga dieksplore lebih dalam.
Semua orang disekitarku tahu kok kalo sejak kecil aku suka menggambar, wong kuliahnya jurusan Arsitektur dan profesinya jadi arsitek. Mosok sih ga pede? Plis.
So, just do it. Yang penting bukanlah laku dijual atau bikin orang lain suka. Yang penting itu seberapa jauh aku bisa menikmati dan mengeksplore bakat dan kecintaanku terhadap seni melukis.
Sirami dan pupuk terus secara konsisten.
Ingatlah bahwa kalo pengen sukses di satu bidang perlu kesabaran, disiplin dan konsisten. Nikmati prosesnya.
Kalo melukis di kanvas besar terasa berat, ya udah, mulai dari ukuran yang kecil. Yang penting tuh konsisten.
Gak perlu melukis tiap hari. Aku bisa pilih sebuah hari khusus untuk melukis. Sabtu, misalnya. Pokoknya tiap Sabtu kudu konsisten melukis deh.
Setidaknya lakukan ini selama setahun dan ntar lihat hasilnya.
***
Aku yakin dengan skill, pengalaman, bakat yang aku punya, sepertinya aku akan berhasil jadi pelukis.
Lagipula, seperti jadi tarot reader, pelukis ga butuh karyawan dan jadi karyawan. Bisa bebas dan merdeka.
Semoga Allah selalu deket sama aku dan bisa membimbingku kalo lagi jenuh dan mulai patah semangat. Aamiin.
Hai, kemarin paketku datang. Bisa dibilang ini tarot deck pertamaku yang berbau manga.
Sejujurnya aku bukan pecinta manga, aku memutuskan beli karena konsepnya yang menarik. Tiap kartu mewakili cerita legenda dari bermacam-macam negara. Sayangnya nggak ada kartu yang mewakili Indonesia.
Kartunya didominasi oleh warna biru, merah dan oranye. Ga terlalu bright tapi juga bukan kartu yang dark.
Seperti biasa aku membuka 5 kartu supaya bisa lebih mengenal konsepnya dan merasakan intuisiku, bisa klop ga sama kartunya.
Mari kita mulai.
Gimana caranya biar kenal sama kartu ini?
Coba amati dan lihat dengan detail dari dua sudut pandang yang berbeda. Kartu ini sifatnya netral, tapi saat melihat dan mencoba membacanya, kadang aku bilang hal yang baik dan kadang aku bilang hal yang buruk.
Simbol api diantara 2 manusia itu mewakili kartu saat dibaca. Kadang bikin semangat dan kadang bikin emosi.
Apa ciri khas kartu ini?
Kartu ini memancing intuisi yang kadang terlihat aneh dan khayal. Saat membaca, bisa membuat pandanganku tentang suatu hal jadi sangat berbeda. Hasil readingku punya sudut pandang yang unik dan ga seperti pandangan orang-orang pada umumnya.
Apa kekurangan kartu ini?
Kalau reading pake kartu ini hasilnya rada nyeleneh, pengennya lari dari kenyataan. Kadang tidak terlihat realistis. Sehingga terkesan jayus, hasil bacaannya udah kayak ngelawak aja sih.
Dalam situasi apa cocok digunakan?
Saat hati ini merasa santai, tentram, damai. Cocok banget dibaca saat weekend dan lagi nggak mikir hal-hal berat.
Gimana caranya biar ada chemistry sama kartu ini?
Kudu kerja keras untuk memahami kartu ini. Aku musti nyadar bahwa saat beli emang ini bukan seleraku banget. Jadi emang bukan yang bener-bener aku idam-idamkan banget. So, butuh waktu untuk bisa kenal kartu ini dengan baik.