Mystical Moment Tarot Deck

Hai, seperti biasa sebelum menggunakan tarot baru, aku mengocok kartunya untuk membaca kesan pertama.

Tanpa basa-basi lagi, yuk kita mulai.

Gimana caranya supaya aku kenal kartu ini?

Kudu dihayati secara perlahan. Alon-alon asal selamat. Ga usah kesusu. Sebetulnya kalo dilihatin terus, keindahan yang samar-samar itu makin terlihat jelas.

Gimana pandangan kartu ini tentang aku?

Aku lihat kartu ini seperti lihat lukisan. Melihat keindahannya pake hati dan perasaan. Hampir tidak menggunakan logika.

Well, kayaknya seperti biasa, guide booknya aku cuekkin dan ga kubaca.

Apa yang kartu ini butuhkan dariku?

Disayangi dan dirawat dengan baik.

Apa karakteristik utama kartu ini?

Sangat feminim, anggun dan banyak keindahan yang bisa dilihat dari kartu ini.

Apa kelebihan kartu ini?

Suasananya mistik, sunyi, sedikit dark tapi nggak serem, malah cantik dan indah banget.

Apa kekurangan kartu ini?

Misterius. Masih menyisahkan teka-teki walau banyak petunjuk didalamnya.

Apa hikmah dari kartu ini?

Bisa melihat sudut pandang dunia yang berbeda. Walaupun sulit untuk dipancing dan nyebur ke dalamnya.

Apa yang aku harus tahu tentang kartu ini?

Rapuh. Bisa bikin ambyar kalo mental lagi ga oke.

Dalam situasi apa tarot ini dipake?

Datang bulan. Mood dan hormon sepertinya klik sama suasana yang ditawarkan dalam kartu ini.

Duh, buat menggalau mungkin cocok wkwkwk.

Gimana caranya biar klik saat reading?

Kudu menyelaraskan diri sama alam semesta. Mbuh yok opo carane iku. Aku masih blank.

7 Versi Kartu Justice

Hai, kali ini aku akan menunjukkan 7 buah kartu ‘Justice’ dari sebagian koleksiku.

Biar lebih paham, aku akan tunjukkan nenek moyang tarot yang desainnya sering dijadikan acuan untuk tarot masa kini.

Seperti ini tarotnya. Seorang pria menggunakan jubah dan mahkota, membawa pedang dan timbangan ditangannya.

Dia duduk diantara dua pilar dengan background kain di belakangnya.

Ini versi modern. Adegan dan propertinya sama persis. Yang membedakan adalah gaya berpakaiannya yang kekinian dengan sneakers. Modis yaa. Oh ya, di kartu ini dia tidak menggunakan mahkota.

Nah, kalau yang ini mahkotanya masih ada walaupun mungil. Kursi dan background kain sudah dihilangkan. Dalam kartu ini, yang dipertahankan adalah pilar, pedang dan timbangan.

Cute ya? Tetap bermahkota, membawa pedang dan timbangan. Pilar pun masih ada dibelakang layar. Kali ini dilengkapi dengan tanaman di bagian depan, awan, bulan, matahari dan pelangi di atas.

Ini favoritku. Cakep banget. Ga duduk dikursi lagi ini, malah duduk di atas gedung pencakar langit. Menggunakan gaun keemasan yang tampak mewah. Walau tanpa mahkota dan pernak-pernik seperti dalam kartu legendaris, pedang dan timbangan sudah cukup mewakili Justice.

Versi yang sangat berbeda. Timbangan diangkat dengan pedang dikedua tangannya. Tidak ada mahkota, pilar, kain. Bahkan aku tidak tahu, dia sedang duduk atau berdiri. Yang pasti ada dua ekspresi yang berbeda. Yang satu memejamkan mata dan satunya lagi matanya terbuka lebar.

Yang terakhir ini sungguh jayus. Udah kayak pemain sirkus aja. Timbangan digigit dengan adegan akrobat dan singa di bawahnya. Lucu atau seram itu tergantung sudut pandang kita masing-masing saat melihatnya.

Cara Untuk Mendapatkan Tarot Deck Impian

Hai, akhir-akhir ini aku sedang mengidam-idamkan sebuah tarot yang super duper gemesin. Tiap hari aku ngintip wishlist di market place dengan perasaan cemas, jangan laku dulu plis.

So, supaya hatiku ga galau mulu, maka aku putuskan untuk mencari ide gimana ya supaya aku bisa mendapatkan tarot tersebut dengan cepat.

Hunting yang original.

Udahlah, tinggalin wishlist tarot-tarot yang reprint. Udah 2022 nih, naikin level dong, jangan berlagak sobat miskin mulu.

Mulai fokus lihat yang original, terutama yang lagi diincer. Kalo udah ngasih tanda ‘love’ di market place tersebut, yang wishlist kartu reprint hapus aja. Kudu berani, jangan ragu. Jangan nggandholi wishlist dengan alasan unik atau cute.

Kalo udah dikerjain itu semua, mulailah untuk melangkah maju, ga usah noleh ke belakang lagi buat nyari tau reprint-reprint terkini itu.

Move on

Tinggalin kebiasaan lama. Kalo beli barang yang ngerasa mahal biasanya pake cc. Plis, tahun ini jangan gitu lagi. *jewer kuping sendiri*

Rencanakan anggaran hobi dengan baik, jangan sampe keteteran atau menyenggol budget kebutuhan lainnya.

Walau harganya cukup mahal dan bisa membuat riak-riak kehidupan jadi sedikit gonjang-ganjing, *biarin lebay*, setidaknya aku harus bisa berdiri tegak dan bisa terus melangkah.

Be happy

Yup, kalo aku merasa senang dan bersyukur, rezeki itu bakalan datang kok. Jadi nyantai aja, nikmati hidup, jalani prosesnya dan yakin suatu hari aku bakalan menuju ke situ.

Sebagai seorang kolektor tarot pemula, aku juga ditemenin seseorang yang punya minat yang sama. Mbuh, sopo iku. Karena sampai hari ini aku masih merasa sendiri sih. Siapa tau, ntar punya temen baru dari blog ini. *aseek*

Kami berdua saling suport dan menyemangati untuk terus belajar dan memecahkan banyak misteri dan teka-teki dari tarot-tarot yang kami miliki.

The Muse

Hai, kali ini aku pengen bahas salah satu tarot favoritku. Namanya The Muse.

Berbeda dengan kartu tarot pada umumnya yang menggunakan ‘king’ sebagai kartu arcana minor yang tertinggi, untuk tarot yang satu ini, diganti dengan sebutan Muse.

Mungkin kamu bertanya-tanya, Muse itu apa sih?

Aku juga belum paham, tapi mungkin karena semua kartu ini bergambar wanita dan tidak ada satupun pria, maka King-nya juga akhirnya diubah jadi Muse.

Dalam mitologi Yunani, Muses adalah kumpulan dewi inspirasi dalam sastra, ilmu pengetahuan, dan seni.

Ada sembilan dewi yang jadi anggota muses, di antaranya Euteroe, Calliope, Terpsichore, Erato, Polyhymnia, dan Aoide.

Masing-masing dari mereka dianggap sebagai inspirasi puisi, tari, dan lagu.

Nah, di kartu ini ada 4 macam Muse :

Muse of Materials, Muse of Inspiration, Muse of Emotions, Muse of Voices.

Keren-keren kan kartunya?

Kesamaan dari 4 kartu ini, semuanya terlihat simetris dan ganda. Khusus 4 kartu ini posisinya landscape, bukan portrait seperti kartu-kartu lainnya. So, 4 kartu tertinggi dalam Arcana Minor ini terlihat sangat spesial. Lain daripada yang lain.

Terus terang, aku juga masih bingung sama kartu ini. Jadi sembari nulis, aku juga akan mengamati masing-masing tarot ini dengan seksama.

Muse Of Materials.

Dari namanya, ini berarti sumber inspirasi yang berkaitan dengan materi. Uang, kekayaan, aset, dan sebagainya.

Terlihat dua dewi menggunakan gaun dengan motif bunga-bunga dan hiasan bunga dikepalanya. Mereka duduk di atas jembatan, jari tangannya bersentuhan.

Di jembatan tersebut terlihat seorang wanita dengan gaun merah yang berjalan menuju terowongan. Dari kejauhan terlihat langit berwarna jingga, yang memancarkan cahaya cukup terang.

Muse of Voices

Cakep banget ya. Muse of Voice berarti sumber inspirasi dalam menyuarakan sesuatu. Argumentasi, kritik, bahkan musik. Tergantung konteksnya juga sih ya.

Gambarnya terlihat dinamis. Ada pergerakan dari gaun yang melambai. Warnanya peach, sama seperti warna bulan yang terletak di antara dua dewi tersebut.

Di jembatan terlihat seorang wanita yang sedang berjalan menuju bukit dengan pancaran sinar terang berbentuk segitiga.

Di bagian tepi terdapat dua buah layang-layang kembar. Dari gerakan ekor layang-layang, memperlihatkan bahwa ada hembusan angin.

Di sisi kanan dan kiri terlihat ada angin yang kencang keluar dari dalam laut. Hembusannya cukup besar sampai terlihat.

Muse of Inspiration

Kartu ini terkesan dark saat pertama melihatnya. Tapi warna oranye memberikan kesan terang. Mengingatkanku pada tukang las dengan percikan apinya. Wkwkwk.

Suasananya terlihat seperti di planet lain. Jalannya aja garis-garis gitu. Bergelombang pula.

Dua dewi dengan baju hitam, sarung tangan kulit dan model rambut yang nyentrik abis, terlihat keren dan apa ya? Duh, kok aku tiba-tiba inget Agnez Mo sih?

Api terlihat keluar dari ujung jari tangannya yang lentik. Hmm, apakah inspirasi muncul dari tangannya? Mbuh. Aku masih blank.

Uh, wait. Mungkin yang keluar dari tangannya (karya atau apapun itu deh) berkaitan dengan passion.

Di antara dua dewi tersebut ada seorang wanita sedang berjalan yang akan melewati mereka untuk menuju piramid yang terlihat dari kejauhan. Di atas piramid terlihat bulan purnama yang bersinar terang. Dari puncak piramid terlihat garis cahaya ke arah bulan.

Bulannya berwarna biru muda, yang ternyata tidak terlalu menyolok dengan hitam dan oranye. Pas aja gitu warnanya melebur jadi satu kesatuan yang cantik. Ditepi bulan ada titik-titik putih, entahlah maksudnya apa. Saat ini aku ga ngerti, mungkin besok aku tahu.

Di sebelah kanan, terlihat dua orang yang juga berjalan menuju ke arah piramid tersebut.

Muse Of Emotions

Dua dewi ini saling menempel punggungnya dan tidak berhadapan. Menggunakan gaun berwarna tosca dengan bahan yang tampaknya cukup ringan.

Dari dalam gaunnya keluar air yang jatuh ke laut. Lautnya berwarna hitam putih dengan riak-riak gelombang. Di laut terlihat perahu, ikan-ikan dan entah apa itu namanya.

Langit cukup cerah berwarna tosca kehijauan. Di tepi atas terdapat entah itu apaan. Matahari juga bukan, kaga jelas itu opo.

Kedua dewi itu meniup kerang besar. Mengingat ini muse of emotions, maka ini berkaitan dengan suasana hati, mood, dan sejenisnya.

***

Jadi kesimpulan dari empat kartu ini apa? Entahlah, kayaknya aku butuh waktu agak lama untuk memahami kartu ini. Banyak teka-teki yang aku ga ngerti. Seperti biasanya, makin misterius tarotnya, makin seru untuk dipandangin terus kan yaa..

Tarot For All Ages

Hai, akhirnya aku punya tarot ini setelah mengendap lama di market place. Tarot For All Ages adalah salah satu tarot deck pertama yang ditujukan untuk pembaca tarot yang usianya masih muda.

Jadi kartu yang rada serem seperti The Death diganti dengan Rebirth. Begitu juga The Devil yang diganti dengan Greedy. Lebih alus deh penamaannya.

Begitu juga dengan ilustrasinya yang menurutku sopan banget.

Seperti inilah penampakannya. Tanpa border di bagian tepi, jadi lega banget ngelihatnya. Dapet buklet yang bisa dibaca-baca, dan box yang lumayan kokoh.

Biar lebih kenal sama kartu ini, aku mencoba ngocok pertama kali dan menanyakan beberapa pertanyaan.

Sizenya gede dan kartunya tebel banget, lumayan sulit juga untuk tanganku yang mungil.

So, ini dia hasil pembacaan kartu dari pertanyaan yang aku ajukan :

Gimana caranya supaya kenal seluk beluk kartu ini?

Fokus aja. Itu udah cukup buat aku. Fokus sama keindahan yang ditawarkan pada tarot deck yang baru ini.

Gimana pandangan kartu ini tentang aku?

Untuk menuju ke tujuan yang aku cita-citakan, aku akan melewati jalan yang cukup panjang.

Dalam perjalananku, ada hal-hal yang jika tidak hati-hati, bisa membuatku celaka.

Apa yang kartu ini butuhkan dariku?

Kesatuan pikiran. Nyambung sama kartunya. Jadi klop gitulah, yang kalo sekali lihat tuh udah langsung ‘aha!’.

Apa karakteristik utama kartu ini?

Berat. Kayaknya simpel, tapi ternyata lumayan berat untuk membaca kartu ini. Gambar sederhana bukan berarti mudah untuk dibaca.

Apa kelebihan kartu ini?

Sebetulnya nuansanya dark, tapi itu semua ditutupi oleh warna yang terang.

Sepertinya cute, padahal ilustrasinya dewasa banget, bahkan kadang nylekit.

Apa kekurangan kartu ini?

Melelahkan dan ga bikin aku kemana-mana. Kayak stuck di situ-situ aja.

Apa pelajaran yang diberikan sama kartu ini?

Ini pertama kalinya aku beli dengan harga yang cukup mahal. Rasanya puas banget, aku bisa ngasih rezeki banyak ke penjualnya, ga hanya itu, aku juga kasih ulasan bagus juga.

Apa yang harus aku ketahui dari kartu ini?

Bijak dalam berkata-kata, karena ini tarot untuk semua umur, jadi harus bisa merangkai kalimat dengan baik walau di luar sana terlihat gelap dan menyeramkan.

Dalam situasi apa tarot ini digunakan?

Saat lagi kumpul-kumpul, pesta atau lagi pengen berkomunikasi atau interaksi demgan banyak orang.

Gimana caranya supaya bisa kerja sama saat reading?

Nanti akan tahu, ada tahapan proses yang lama-lama bikin aku sama tarot ini bisa ‘klik’.

Happy New Year

Hai, biasanya di tahun-tahun sebelumnya aku selalu bikin resolusi. Seperti misalnya baca buku berbahasa Inggris tiap bulan atau nonton 30 film dalam setahun.

Tahun ini aku masih blank, yang pasti aku lagi seneng-senengnya lihat gambar di kartu-karu tarotku. Bahkan, seminggu yang lalu aku memutuskan untuk beli oracle karena penasaran dan pengen tahu bedanya sama Tarot.

Jadi apa bedanya Tarot dan Oracle?

Ntar kapan-kapan aku ceritakan di sini, kalo ga males ngetik.

Anyway, balik lagi ngomongin resolusi. Biar lebih seru, aku mencoba untuk menarik sebuah kartu Oracle terbaruku. Apapun yang muncul, akan kujadikan resolusi untuk tahun ini.

“Trust Your Intuition.

She’s always right.”

Yay! Tahun ini akan kujadikan tahun untuk mengasah intuisiku. Wah, ga salah aku bikin blog saat menjelang awal tahun ini. Rasanya abis narik kartu Oracle ini aku jadi makin semangat.

Aku juga mengamati dunia blog Indonesia, belum ada niche blog yang khusus bahas Tarot atau setidaknya nulis journal dengan sarana Tarot.

Jadi kenalin nih, aku orang Indonesia pertama yang bikin niche blog tentang Tarot Journal. *salaman dulu*